Awal Februari 2012, Cristian (Editor in Chief Jalanjalan) untuk pertama kalinya menyelam di Gorontalo, persisnya di Taman Laut Olele. Cukup mengejutkan saat mendapati titik-titik diving berada sangat dekat dengan perkampungan nelayan. Di banyak tempat di Indonesia, terumbu karang di dekat pemukiman telah hancur akibat jaring, bom, atau pendangkalan.

Gorontalo merupakan satu dari sedikit kawasan yang telah menerbitkan buku panduan diving. Sejumlah media baik lokal maupun internasional juga telah memujinya sebagai salah satu “surga tersembunyi” di Indonesia. Pertanyaannya kini, dengan semua modal itu, kenapa Gorontalo belum bisa menjadikan diving sebagai mesin pariwisata?

Jawabannya sih klasik : promosi dan infrastruktur. Diluar buku diving tadi, tidak banyak referensi bagi publik untuk mengenal Gorontalo. Kondisinya berbeda dengan Wakatobi, Raja Ampat, atau Taman Nasional Komodo yang giat berpromosi lewat varian medium, mulai dari iklan, pameran, duta wisata, situs hingga film.

Dalam hal infrastruktur, pekerjaan rumahnya lebih banyak. Gorontalo sementara ini hanya memiliki dua operator selam, minus dive center. Jarak Hotel ke Olele hanya 50 menit dengan akses jalan rawan longsor di beberapa ruas. Investor bisa saja datang dan memberikan solusi, tapi birokrasi harus fleksibel dalam melayani mereka, khususnya untuk urusan tanah dan pajak.

“Dalam skala satu sampai 10, Gorontalo dapat dinilai enam untuk koleksi ikan” kata Dedy Cono, pengelola operator selam Bull Shark Divers. “Tapi untuk karang. nilainya delapan.” Bicara Potensi, Gorontalo jelas bisa naik kelas dari “surga tersembunyi” menjadi “surga favorit”. Provinsi ini memiliki alam bawah laut yang impresif dan lebih menjual dibandingkan lagu-lagu India Briptu Norman. (JalanJalan Edisi Maret 2012).

Untuk menginap di Gorontalo, anda bisa menghubungi kami yang Jual Voucher Hotel Domestik maupun Internasional via Agoda.

 


1 Comment

esther · June 5, 2012 at 6:43 am

Bullshark divers di Gorontalo bisa dijadikan pilihan dive operator karena hingga tahun kemarin saya ke Gorontalo, Bullshark adalah satu satunya lokal operator diving untuk gorontalo.
Karena dikelola oleh profesional lokal, saya merasa lebih nyaman aja sewaktu menanyakan banyak hal seputar gorontalo.
Tiga bulan setelah kunjungan pertama saya ke gorontalo untuk diving, Bullshark membuka market untuk togean island. nice trip

Comments are closed.

Related Posts

Rekomendasi hotel

Jalan ke Jambi, menginap di Abadi Convention Hotel

Giliran jalan-jalan sambil berkegiatan kantoran ke Provinsi Jambi, enaknya menginap di mana yach? Terus terang baru kali ini saya dapet kesempatan untuk berpergian ke provinsi tersebut. Kota yang dikenal ramah dengan budaya melayu yang kental. Read more…

Hotels Artikel

Memilih Hotel Strategis di area Malioboro Jogjakarta

Berjalan-jalan di Malioboro sangat eksotis lho, kota Jogjakarta ini sampai sekarang masih dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang berhasil mempertahankan sendi-sendi budaya pada rakyatnya. Area Malioboro merupakan area wajib dikunjungi oleh banyak wisatawan Read more…

Hotels Artikel

Pesan Hotel Murah di Area Sarinah Thamrin Jakarta

Kawasan Sarinah Thamrin di Jakarta adalah kawasan yang bersejarah. Area ini berada di Jantung Kota Jakarta yang dekat dan strategis untuk kemana-mana di sekitar daerah Ibukota. Buat anda yang ingin jalan-jalan atau urusan bisnis di Read more…